ALFENOL – Kapsul Albumin

March 6, 2013 by · Leave a Comment 

alvenol3

ALFENOL terbuat dari bahan yang mempunyai banyak khasiat untuk kesehatan tubuh, yakni kandungan protein ( Albumin ), Calsium dan pholyphenols. Albumin merupakan jenis protein dengan kadar kandungan dalam plasma darah ( mencapai 60% ). Menurut hasil riset, kandungan albumin ekstrak ikan gabus ( Channa Striata ) dipercaya dan terbukti efektif untuk membantu proses penyembuhan berbagai jenis penyakit degeneratif. saat ini kandungan Albumin terbesar ada pada ikan kutuk ( Channa Striata ) dipercaya dapat mempercepat penyembuhan luka pasca operasi maupun bagi ibu-ibu sehabis melahirkan. Bahkan pasien berkadar Albumin rendah yang diikuti komplikasi seperti Hepatitis, TBC/Infeksi Paru-paru, Neprotic syndrom, Tonsilitis, Typus, Diabetes, Patah Tulang, Gastritis, Gizi Buruk, Sepsis, Stroke, ITP (Idiopatik Trombosit Tupenia Purpura), HIV, Thalasemia Minor, Autis, kondisinya akan lebih baik dengan pemberian Sari Ikan Gabus.

Albumin berfungsi mengatur tekanan osmotic darah, menjaga keberadaan air dalam plasma darah sehingga bisa mempertahankan volume darah. Albumin juga berfungsi sebagai pangangkut unsur-unsur yang kurang larut dalam air (seperti : asam lemak bebas, kalsium, zat besi dan beberapa unsur obat) melewati plasma darah dan cairan sel, selain itu Albumin bermanfaat untuk membantu pembentukan jaringan sel baru ataupun mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah / rusak.

Manfaat & Khasiat Albumin :

  • Meningkatkan daya tahan tubuh
  • Mempercepat penyembuhan luka luar maupun dalam.
  • Membantu proses penyembuhan pada penyakit : Hepatitis, TBC, Infeksi Paru, Nephrotic syndrome, Tonsilitis, Typus, Diabetes, Patah Tulang, ITP, HIV, Grastitis, Sepsis, Stroke dan Thalasemia Minor.
  • Mempercepat proses penyembuhan pasca operasi.
  • Menghilangkan Oedem (pembengkakan)
  • Memperbaiki gizi buruk pada bayi, anak dan ibu hamil.
  • Membantu penyembuhan autis
  • Sebagai larutan pengganti pada keadaan defesiensi Albumin.

 

Keterangan Produk :

 

Alfenol – Kapsul Albumin ( albumin polifenol )
Isi : 30 Capsule
Harga konsumen : Rp. 175.000,-

Dengan belanja 10 botol alfenol sekaligus, dengan total harga Rp. 1.750.000,- maka otomatis anda tercatat sebagai Agen kami, dan anda akan mendapatkan harga khusus dari kami. untuk agen harga alfenol per 1 botol adalah Rp. 140.000,- ( setelah jadi agen maka anda boleh belanja produk walau pengambilan hanya 1 botol saja, tentunya dengan harga agen juga ).

Cara Pemesanan :

Silahkan hubungi Customer Service kami melalui BBM, YM, Email atau bisa langsung Call/SMS ke 088803800800 ( SmartFren )

PROTEFLAV – Madu Albumin

March 6, 2013 by · Leave a Comment 

proteflav 2

PROTEFLAV terbuat dari paduan bahan yang mempunyai banyak khasiat yakni madu dan ekstrak ikan gabus ( channa striata ) yang banyak akan protein ( Albumin ). Albumin merupakan jenis protein dengan kadar terbanyak dalam plasma darah ( mencapai 60%). Menurut hasil riset, kandungan Albumin ekstrak ikan gabus ( Channa Striata ) dipercaya dan terbukti efektif untuk mempercepat penyembuhan luka pasca operasi maupun bagi ibu-ibu sehabis melahirkan. Bahkan pasien berkadar Albumin rendah yang diikuti komplikasi penyakit seperti Hepatitis, TBC/Infeksi Paru, Neprotic syndrom, Tonsilitis, Typus, Diabetes, Gastritis, Gizi Buruk, Sepsis, Stroke, ITP (IdiopatikTrombosit Tupenia Purpura), HIV, Thalasemia Minor, Autis, kondisinya akan membaik dengan pemberian sari Ikan Gabus.

Albumin berfungsi mengatur tekanan osmotic darah, menjaga keberadaan air dalam plasma darah sehingga bisa mempertahankan volume darah. Albumin juga berfungsi sebagai pangangkut unsur-unsur yang kurang larut dalam air (seperti : asam lemak bebas, kalsium, zat besi dan beberapa unsur obat) melewati plasma darah dan cairan sel, selain itu Albumin bermanfaat untuk membantu pembentukan jaringan sel baru ataupun mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah / rusak.

Manfaat & Khasiat Madu

  • Madu membantu meningkatkan pertumbuhan bakteri bifido yang merupakan bakteri yang sangat penting untuk menjaga kesehatan pencernaan dan menghambat bakteri yang merugikan seperti Helicobacter pylori yang dapat mengakibatkan tungkak pada lambung.
  • Mencairkan dahak
  • Memperbaiki hati, ginjal dan kantung kemih.
  • Membantu penyerapan kalsium. Kandungan asam glukonat dalam madu dapat membantu meningkatkan penyerapan kalsium.
  • Sebagai Antioksidan. kandungan nutrisi dalam madu seperti vitamin C, asam organik, enzim, asam fenolik dan flavonoid bermanfaat sebagai anti oksidan tinggi.
  • Sebagai sumber energi yang baik, Madu terdiri dari fruktosa yang mudah diubah menjadi energi glukosa oleh tubuh.
Manfaat & Khasiat Albumin

  • Meningkatkan daya tahan tubuh.
  • Mempercepat penyembuhan luka luar maupun luka dalam.
  • Membantu proses penyembuhan pada penyakit : Hepatitis, TBC, Infeksi Paru-paru, Nephrotic Syndrome, Tonsilitis, Typhus, Diabetes, PatahTulang, ITP, HIV, Grastitis, Sepsis, Stroke dan Thalasemia Minor.
  • Mempercepat penyembuhan pasca operasi.
  • Menghilangkan (Pembengkakan)
  • Memperbaiki Gizi buruk pada bayi, anak dan ibu hamil.
  • Membantu penyembuhan Autis.
  • Sebagai Larutan pengganti pada keadaan defesiensi Albumin.

Keterangan Produk :

 

PROTEFLAV – Madu Albumin ( albumin cair )
Isi : 120 ml
Harga konsumen : Rp. 200.000,-

Dengan belanja 10 botol proteflav sekaligus, dengan total harga Rp. 2.000.000,- maka otomatis anda tercatat sebagai Agen kami, dan anda akan mendapatkan harga khusus dari kami. untuk agen harga proteflav per 1 botol adalah Rp. 150.000,- ( setelah jadi agen maka anda boleh belanja produk walau pengambilan hanya 1 botol saja, tentunya dengan harga agen juga ).

Cara Pemesanan :

Silahkan hubungi Customer Service kami melalui BBM, YM, Email atau bisa langsung Call/SMS ke 088803800800 ( SmartFren )

Pemacu Albumin ada pada ikan kutuk

February 4, 2011 by · Leave a Comment 

Ikan gabus atau ikan kutuk (lokal) akhir-akhir ini mendapat perhatian dari masyarakat, khususnya untuk bidang kesehatan. Sebab, ikan kutuk merupakan salah satu bahan pangan alternatif sumber albumin bagi penderita hipoalbumin (rendah albumin) dan luka. Baik luka pascaoperasi maupun luka bakar.

Bahkan, di daerah pedesaan, anak laki-laki pasca dikhitan selalu dianjurkan mengonsumsi ikan jenis itu agar penyembuhan lebih cepat. Caranya, daging ikan kutuk dikukus atau di-steam, sehingga memperoleh filtrate, yang dijadikan menu ekstra bagi penderita hipoalbumin dan luka. Pemberian menu ekstrak filtrat ikan kutuk tersebut berkorelasi positif dengan peningkatan kadar albumin plasma dan penyembuhan luka pascaoperasi.

Fenomena ikan kutuk tersebut pernah diangkat dalam satu penelitian khusus oleh Prof Dr Ir Eddy Suprayitno MS, guru besar ilmu biokimia ikan Fakultas Perikanan Unibraw pada 2003. Dalam penelitian berjudul Albumin Ikan Gabus (Ophiochepalus striatus) sebagai Makanan Fungsional Mengatasi Permasalahan Gizi Masa Depan, Eddy mengupas habis tentang potensi ikan gabus. “Dilihat dari kandungan asam aminonya, ikan gabus memiliki struktur yang lebih lengkap dibandingkan jenis ikan lain (lihat grafis, Red),” katanya kepada Radar Malang (Grup Jawa Pos) kemarin (19/9).

Sayangnya, kata dia, selama ini masyarakat masih memiliki kesan bahwa makan ikan kutuk sama halnya memakan ular. Memang, penampilan ikan kutuk mirip ular. Padahal, ikan kutuk adalah ikan air tawar yang bersifat karnivora. Makanannya adalah cacing, katak, anak-anak ikan, udang, insekta, dan ketam. Ciri fisiknya, memiliki tubuh sedikit bulat, panjang, bagian punggung cembung, perut rata, dan kepala pipih, sehingga lebih mirip ular. Bagian punggung berwarna hijau kehitaman dan bagian perut putih atau krem. “Ikan kutuk bisa mencapai panjang 90-110 cm.

Karena itu, tiga ekor saja bisa mencapai berat 2 kg,” ungkapnya. Eddy menjelaskan, ikan kutuk banyak ditemui di sungai, rawa, air payau berkadar garam rendah, bahkan mampu hidup di air kotor dengan kadar oksigen rendah. Ikan jenis itu banyak dijumpai di perairan umum Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, Lombok, Flores, dan Ambon. Hanya, nama ikan gabus di masing-masing daerah berbeda. “Di Jawa, selain disebut kutuk, dikenal dengan ikan tomang,” kata pembantu dekan II Faperik Unibraw tersebut.

Lantas, bagaimana teknis ikan gabus berperan dalam penambahan albumin Dalam tubuh manusia, albumin (salah satu fraksi protein) disintesis oleh hati kira-kira 100-200 mikrogram/g jaringan hati setiap hari. Albumin didistribusikan secara vaskuler dalam plasma dan secara ekstravaskuler dalam kulit, otot, serta beberapa jaringan lain. “Sintesis albumin dalam sel hati dipengaruhi faktor nutrisi. Terutama, asam amino, hormon, dan adanya satu penyakit,” tegasnya.

Gangguan sintesis albumin, kata Eddy, biasanya terjadi pada pengidap penyakit hati kronis, ginjal, serta kekurangan gizi. Sebenarnya, daging ikan gabus tidak hanya menjadi sumber protein, tapi juga sumber mineral lain. Di antaranya, zinc (seng) dan trace element lain yang diperlukan tubuh. Hasil studi Eddy pernah diujicobakan di instalasi gizi serta bagian bedah RSU dr Saiful Anwar Malang. Uji coba tersebut dilakukan pada pasien pascaoperasi dengan kadar albumin rendah (1,8 g/dl). “Dengan perlakuan 2 kg ikan kutuk masak per hari, telah meningkatkan kadar albumin darah pasien menjadi normal (3,5-5,5 g/dl),” ujarnya.

Kompas, 17 Agustus 2007

Apakah Sih Albumin Itu ?

February 4, 2011 by · Leave a Comment 

Albumin merupakan jenis protein terbanyak di dalam plasma yang mencapai kadar 60 persen. Protein yang larut dalam air dan mengendap pada pemanasan itu merupakan salah satu konstituen utama tubuh. Ia dibuat oleh hati. Karena itu albumin juga dipakai sebagai tes pembantu dalam penilaian fungsi ginjal dan saluran cerna.Kalau Anda sulit membayangkan rupa albumin, bayangkanlah putih telur.

Berat molekulnya bervariasi tergantung spesiesnya—terdiri dari 584 asam amino. Golongan protein ini paling banyak dijumpai pada telur (albumin telur), darah (albumin serum), dalam susu (laktalbumin). Berat molekul albumin plasma manusia 69.000, albumin telur 44.000, dalam daging mamalia 63.000.

Albumin memiliki sejumlah fungsi. Pertama, mengangkut molekul-molekul kecil melewati plasma dan cairan sel. Fungsi ini erat kaitannya dengan bahan metabolisme—asam lemak bebas dan bilirubuin—dan berbagai macam obat yang kurang larut dalam air tetapi harus diangkat melalui darah dari satu organ ke organ lainnya agar dapat dimetabolisme atau diekskresi. Fungsi kedua yakni memberi tekanan osmotik di dalam kapiler.

Albumin bermanfaat dalam pembentukan jaringan sel baru. Karena itu di dalam ilmu kedokteran, albumin dimanfaatkan untuk mempercepat pemulihan jaringan sel tubuh yang terbelah, misalnya karena operasi, pembedahan, atau luka bakar. Faedah lainnya albumin bisa menghindari timbulnya sembab paru-paru dan gagal ginjal serta sebagai carrier faktor pembekuan darah.

Pendeknya, albumin memiliki aplikasi dan kegunaan yang luas dalam makanan atau pangan serta produk farmasi. Dalam produk industri pangan albumin, antara lain, berguna dalam pembuatan es krim, bubur manula, permen, roti, dan podeng bubuk.

Sedangkan dalam produk farmasi, antara lain, dimanfaatkan untuk pengocokan (whipping), ketegangan, atau penenang dan sebagai emulsifier. Kadar albumin yang rendah dapat dijumpai pada orang yang menderita: penyakit hati kronik, ginjal, saluran cerna kronik, infeksi tertentu.

Albumin Temuan Prof. Eddy Suprayitno

February 4, 2011 by · Leave a Comment 

Suatu hari prof. Eddy Suprayitno berburu ikan gabus. Hasil tangkapannya langsung dikukus. Air yang menetes dari ikan bernama latin Ophiocephalus striatus itu kemudian diteliti di laboratorium. Eureka! Dosen perikanan, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur, itu menemukan kadar albumin cukup tinggi dalam kandungan ekstrak sang gabus.

Menurut teori, kandungan albumin yang tinggi bisa mempercepat kesembuhan luka operasi dan luka bakar. Eddy lalu mengumpulkan 12 ekor tikus putih untuk menguji teori tersebut. Setelah berhasil, pria kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, 43 tahun lalu itu mengirimkan resepnya ke Rumah Sakit Syaiful Anwar, Malang. Ekstrak dari 2 kilogram ikan gabus per hari diberikan pada sejumlah pasien yang memiliki kadar albumin rendah (1,8 g/dl).

Hasilnya, setelah delapan hari, kadar albumin di darah pasien menjadi normal, yakni 3,5-5,5 g/dl, dan luka operasi sembuh tanpa efek samping. Albumin merupakan protein yang paling banyak terkandung dalam plasma, sekitar 60% dari total plasma, atau 3,5 sampai 5,5 g/dl. Protein, yang banyak dijumpai pada telur, darah, dan susu ini memiliki fungsi biologis pengangkut asam lemak dalam darah.

Albumin juga berperan mengikat obat-obatan yang tidak mudah larut, seperti aspirin, antikoagulan koumarin, dan obat tidur. Selain mengobati luka bakar dan luka pascaoperasi, albumin bisa digunakan untuk menghindari timbulnya sembap paru-paru dan ginjal, serta carrier faktor pembekuan darah.

Sejak 1999, Eddy menggeluti penelitian itu. Hasilnya, Sabtu dua pekan lalu, suami Titik Dwi Sulistyai itu dikukuhkan sebagai guru besar (termuda) ilmu biokimia di Fakultas Perikanan, Universitas Brawijaya. “Saya ingin meningkatkan status ikan gabus dan membantu masyarakat kecil,” katanya.

Eddy mengaku terinspirasi orang-orang Cina yang mengobati luka bakar dengan memakan ikan gabus. Selama ini, untuk mengobati luka bakar dan pascaoperasi digunakan serum human albumin yang diproduksi dari darah manusia. Untuk mengobati luka pascaoperasi dibutuhkan tiga ampul serum albumin, Rp 1,3 juta per ampulnya. “Kasihan orang yang tidak mampu,” ujar Eddy, yang memperoleh gelar doktor-nya di Universitas Airlangga, Surabaya.

Dengan meminum ekstrak ikan gabus, pasien hanya membutuhkan 24 kilogram ikan gabus untuk menyembuhkan luka operasi atau luka bakar. Malah, menurut Eddy, luka dapat sembuh tiga hari lebih cepat ketimbang menggunakan serum albumin. Jika harga sekilo ikan gabus Rp 20.000, total biaya tak lebih dari Rp 500.000.

Namun, Hafid Bajamal, ahli bedah pada Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, berpendapat lain. Katanya, pemberian albumin hanya dilakukan bila tubuh benar-benar membutuhkan. Alasannya, proses penyembuhan luka sudah diatur tubuh. Penderita luka pascaoperasi, menurut Hafid, lebih efektif menggunakan serum albumin.

Dokter di RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, itu mengakui, rumah sakit tempatnya bekerja pernah menggunakan ekstrak ikan gabus untuk menyembuhkan luka pascaoperasi, tapi hasilnya tak seperti yang diharapkan. “Pemberian albumin ikan gabus lebih cocok untuk penyembuhan jangka panjang,” katanya.

Toh, temuan Eddy sudah dilirik PT Otsuka Indonesia, produsen cairan infus yang bermarkas di Lawang, Malang. Kini, Eddy melanjutkan penelitian untuk memproduksi albumin dalam bentuk salep dan bubuk. “Saya ingin tahu, mana yang lebih efektif,” katanya.

Source : http://www.gatra.com/2003-02-08/artikel.php?id=25045